PELESTARIAN KAWASAN ALUN-ALUN
Dindar Rahajeng, Antariksa, Fadly Usman
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145, Indonesia
Telp. 62-341-567886; Fax. 62-341-551430
ABSTRAK
Alun-alun merupakan identitas
Kata kunci: alun-alun, perkembangan kawasan, pelestarian
ABSTRACT
Alun-alun is common identity open space in many cities in Java. Spatial concept of alun-alun reflects a symbol integration of philosophical, religious, political, economical and cultural activities. The development of alun-alun
Key words: alun-alun, district development, preservation
POLA PERMUKIMAN KAMPUNG KAUMAN
Ekahayu Rakhmawati, Antariksa, Fadly Usman
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145
Telp. 62-341-567886; Fax. 62-341-551430
Email: ekahayu_planology@yahoo.co.id
ABSTRAK
Sejarah Islam di Indonesia telah menyisakan peninggalan/karya budaya yang berharga. Permukiman sebagai salah satu hasil budaya pada masa (kerajaan) Islam telah membentuk identitas lingkungan (district) yang turut memperkaya wajah
Kata kunci: pola perumahan, Kampung Kauman, pelestarian.
ABSTRACT
Indonesian Islamic history was leaving priceless heritage. Housing as the one of heritage asset at the age of Islamic empire was formalize enviroment identity, that also enrich face of the city roundly. Kauman as Islamic village is an effort to describe Kauman spatial pattern as Islamic village, based on Islamic heritage on Java (Mataram Islamic empire). Over all this study can be divided into three major parts, that cover characteristic presentment of malang city’s ‘Kampung Kauman’ housing pattern, the spatial housing pattern and it’s establishment, and also recommend the guidance of Malang city’s ‘Kampung Kauman’ arrangement. Final results of the study are the elements that support village establishment, non support elements, and correction elements or enrichment of the element that have been made conceptually (the previous study). In the future, development of Kauman housing enviroment expected to strenghten Kauman identity as Islamic village, without ruin the history values and enviroment image as the one of empire city central area element. To achieve the best Islamic housing, it’s very important to consider local culture element and people characteristic under the fomularization of Islamic housing element.
Key words: housing pattern, Kampung Kauman, perpetuation.
PERUBAHAN KAWASAN PECINAN KOTA TUA JAKARTA
Mauliandini Nur Noviasri, Antariksa, Fadly Usman
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jl. Mayjend Haryono 167 Malang 65145 – Telp. (0341) 567886; Fax. (0341) 551430.
ABSTRAK
Kawasan Pecinan Kota Tua Jakarta merupakan salah satu kawasan perdagangan tertua dan terbesar di Kota Jakarta bahkan di Asia Tenggara. Namun karena memiliki fungsi sebagai kawasan perdagangan maka hal tersebut dapat mengancam keberadaan bangunan cagar budaya yang banyak digantikan oleh bangunan modern. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan Kawasan Pecinan Kota Tua Jakarta menggunakan metode deskriptif (observasi lapangan dan data sekunder); dan untuk menganalisis faktor perubahan kawasan menggunakan metode deskriptif evaluatif (sinkronik diakronik dan analisis faktor). Hasil studi didapatkan bahwa terjadi perubahan pada node, path, district dan edge, tetapi tidak terjadi perubahan pada landmark. Untuk bangunan terdapat 47 bangunan yang mengalami perubahan besar, 20 bangunan perubahan sedang dan 17 bangunan yang tidak mengalami perubahan. Pada sinkronik-diakronik faktor yang mempengaruhi perubahan lingkungan dari masa ke masa adalah faktor ekonomi, politik dan sosial budaya. Untuk bangunan terbentuk 3 faktor, yaitu faktor bangunan, faktor eksternal, dan faktor pemilik.
Kata kunci : perubahan lingkungan, bangunan cagar budaya, Kawasan Pecinan
ABSTRACT
The
Keywords: environment change, cultural heritage buildings,
arsitektur e-Journal, Volume 2 Nomor 3, November 2009 hal. 191-207
PELESTARIAN POLA PERMUKIMAN MASYARAKAT USING
DI DESA KEMIREN KABUPATEN BANYUWANGI
Tri Kurnia Hadi Muktining Nur, Antariksa, Nindya Sari
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145, Indonesia, Telp./fax. 62-341-7051558
E-mail: trikurnia_bwi@yahoo.com
ABSTRAK
Using adalah salah satu suku bangsa Indonesia yang hanya terdapat di Kabupaten Banyuwangi. Seiring dengan perkembangan jaman mengakibatkan permukiman Using semakin berkurang. Wilayah yang masih mempertahankan adat dan istiadat Using adalah Desa Kemiren. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik pola permukiman masyarakat Using yang berada di Desa Kemiren. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode deskriptif eksploratif. Hasil studi menunjukkan bahwa pola permukiman makro terbentuk akibat adanya pengaruh sosial budaya, fisik bangunan, guna lahan dan ruang-ruang budaya secara makro. Kegiatan sosial budaya dan religi masyarakat yang bersifat rutin dan menggunakan ruang yang bersifat tetap, dapat membentuk suatu pola ruang dalam permukiman secara temporer yang diantarnya adalah ruang rumah, pekarangan, sanggar kesenian, jalan dan sumber mata air. Dalam skala mikro, pola permukiman dipengaruhi oleh orientasi kosmologis bangunan yang menghadap ke jalan utama desa dan berorientasi utara-selatan; struktur bangunan yang diidentifikasi melalui tipe atap dan pola ruang dalam rumah; serta tata letak bangunan yang berkaitan dengan sistem kekerabatan. Topografi wilayah yang bergelombang mengakibatkan pengelompokan permukiman di wilayah yang landai, yaitu di bagian tengah wilayah desa. Kecenderungan perkembangan permukiman dari tahun ke tahun adalah memusat di sepanjang jalan utama yang dikelilingi oleh wilayah pertanian.
Kata kunci: pelestarian, pola permukiman, Using
ABSTRACT
‘Using’ is one of the Indonesian ethnic groups concentrated in Banyuwangi Regency. The settlement of ‘Using’ community has decreased nowadays. Kemiren Village is one of district in Banyuwangi Regency which maintain ‘Using’ tradition. The objective is to identify settlement pattern characteristics of ‘Using’ community in Kemiren Village. The method used in this study is descriptive explorative. The result shows that macro settlement pattern is formed by socio cultural, building physically, land use and cultural spaces in a macro manner. Socio cultural and religion activity could form space pattern temporarily in the settlement, such as house, yard, art workshop, main road and water spring. In micro scale, the settlement pattern was affected by the cosmological orientation of the building which face the main road and North-South orientation; the building structure identified through roof type and space pattern inside building; also the layout of the building related kinship system. Surging landscape made the settlement centered into the flatter area, in the middle of territory. The settlement grows tend to agglomerate along main road was surrounded by agriculture area.
Key words: preservation, the settlement pattern, ‘Using’
arsitektur e-Journal, Volume 2 Nomor 3, November 2009 hal. 208-228
PELESTARIAN POLA PERMUKIMAN TRADISIONAL SUKU SASAK
DUSUN LIMBUNGAN KABUPATEN
Rina Sabrina, Antariksa , Gunawan Prayitno
Jurusan Perencanaan Wilayah dan
Jl. Mayjen Haryono 167
Email: sabrina_plano@yahoo.com
ABSTRAK
Karakter suatu suku dapat dilihat dari tradisi dan budaya terbentuk dalam suatu permukiman yang masih menjaga local wisdomnya. Ini terlihat dari permukiman tradisional yang terdapat pada Suku Sasak di Dusun Limbungan, dan mereka masih menjaga rumah adatnya dari segala bentuk perubahan. Tujuan studi adalah untuk mengidentifikasi karakteristik non fisik sosial budaya masyarakat, mengidentifikasi karakteristik fisik pola tata ruang permukiman yang terbentuk, menganalisis pola tata ruang permukiman tradisional yang terbentuk akibat pengaruh fisik, non fisiknya, dan kearifan lokalnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif-evaluatif. Hasil studi menunjukkan bahwa konsep keruangan makro yang terbentuk dari tatanan fisik lingkungan hunian memperlihatkan adanya pembagian ruang permukiman berdasarkan guna lahan, yaitu tempat hunian di bagian tengah, dan lahan pertanian di bagian luar area permukiman. Struktur ruang permukiman tradisional Suku Sasak Limbungan terbentuk berdasarkan konsep filosofi, yaitu konsep arah sinar matahari, konsep terhadap Gunung Rinjani, konsep pembangunan rumah dan elemennya secara berderet, tanah berundak-undak, dan konsep bentuk rumah yang seragam terdiri dari rumah yang berjajar (suteran). Penempatan elemen rumah (Bale) berupa panteq memiliki posisi saling berhadapan dengan Bale. Pola pengembangan tata ruang masyarakat Sasak di Dusun Limbungan berorientasi pada nilai kosmologi berdasarkan sistem kepercayaan dan tradisi-tradisi masyarakat yang berbasis budaya dan menghasilkan ruang-ruang khusus.
Kata kunci: pola, permukiman tradisional, Sasak Limbungan, sosial budaya
ABSTRACT
The characteristics of an ethnic can be seen from the tradition and culture be formed in a settlement which are still protecting by their local wisdom. It can be seen in traditional settlement of the Sasak ethnic in Limbungan village, where they still waking their traditional house from all changes. The aim of this study is to identify the non physical of social culture characteristics of the community, and to identify the physical characteristics of the pattern layout of the settlement that formed, as well as analyses the pattern of the layout of the traditional settlement resulting from the influence of the culture social system of their community's, and even their local wisdom. The method used in this study is descriptive-evaluative. All data collected through field observation, questionnaires and in-depth interview. The study shown that the spatial concept is formed by physical characters of the settlement indicates a division of land use; housing area is located in the center of settlement, and farming area is located outside of the housing area. Traditional structure space settlement of the Sasak Limbungan ethnic is formed based on the philosophical concepts, the direction of the sun rays concept, against the mountain Rinjani concept, the development of the house and his element in a lined-up manner concept, and form of the house that uniform consists of the lined-up house (suteran) concept. The allocation elements of the house (Bale) take form of panteq have the position face each other with Bale. The pattern of development of layout community Sasak in Limbungan village is oriented in cosmology value based on belief system and the community's traditions which based on culture and producing special spaces.
Key words: pattern, traditional settlement, Sasak Limbungan, social culture
arsitektur e-Journal, Volume 2 Nomor 3, November 2009 hal. 229-241
PELESTARIAN POLA PERMUKIMAN DI DESA ADAT BAYAN
Adhiya Harisanti Fitriya, Antariksa, Nindya Sari
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145, Indonesia, Telp. 62-341-7051558
Email: adhiyaharisanti@yahoo.co.id
ABSTRAK
Desa Adat Bayan merupakan salah satu desa tradisional di Pulau Lombok yang masih menjalankan dan menjaga adat istiadat kehidupan asli Suku Sasak-Bayan. Pola permukiman mengelompok di Desa Adat Bayan terbentuk oleh kondisi alam yang berbukit-bukit dan berdasarkan sistem kekerabatan yang kuat dalam kehidupan masyarakatnya. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi karakteristik pola permukiman di Desa Adat Bayan dan mengidentifikasi permasalahan pelestarian pola permukiman. Metode yang digunakan adalah deskriptif-eksploratif. Hasil studi diketahui bahwa pola permukiman di Desa Adat Bayan terdapat pembagian wilayah berdasarkan stratifikasi sosial kemasyarakatannya. Adanya awig-awig adat Bayan yang mengatur pembentukan pola perumahan sebagai bagian dari pola permukiman di Desa Adat Bayan. Selain itu, terdapat pola ini juga terbentuk berdasarkan kegiatan adat yang masih dilaksanakan masyarakat Desa Adat Bayan.
Kata kunci: pola permukiman, Sasak-Bayan, pelestarian
ABSTRACT
Key words: the settlement pattern, Sasak-Bayan, conservation
Copyright 2010 © by Antariksa
0 komentar:
Poskan Komentar