KAWASAN BERSEJARAH KOTA TUA HINDIA BELANDA
Asia Ameliya Sahubawa, Antariksa, Fadly Usman
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145
e-mail: ameliya_0914@yahoo.com
ABSTRAK
Degradasi fisik dan fungsi bangunan-bangunan peninggalan masa kolonial Belanda di Kota Bandaneira yang menyebabkan penurunan karakter dan aktivitas kawasan, menjadi latar belakang dari studi ini. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik elemen perancangan kawasan dan elemen citra kawasan yang membentuk kawasan Kota Tua Hindia Belanda di Bandaneira, serta mengevaluasi tingkat kualitas dan kepentingan kawasan berdasarkan persepsi pengunjung, dan tingkat potensial bangunan tua/bersejarah berdasarkan penilaian makna kultural. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif dan evaluatif. Hasil studi menunjukkan karakteristik Kawasan Kota Tua Hindia Belanda di Bandaneira yang sangat menonjol adalah ruang terbuka hijau, arsitektur bangunan kolonial, aktivitas pejalan kaki, serta citra kawasan yang terbentuk dari elemen bangunan tua/bersejarah dan lingkungan alamiah seperti vegetasi, pantai/laut, dan gunung. Berdasarkan persepsi pengunjung, diperoleh tingkat kualitas kawasan yang sedang dan tingkat kepentingan kawasan yang tinggi. Untuk tingkat potensial bangunan tua/bersejarah diperoleh 15 bangunan potensial tinggi, 17 bangunan potensial sedang, dan 11 bangunan potensial rendah.
Kata kunci: kawasan bersejarah, Hindia Belanda, Bandaneira
ABSTRACT
Physical degradation and the function of heritage buildings in the Dutch Colonial era that caused of decrease character and activities in Bandaneira as the background of this study. The purpose of this study are to identify the characteristics of design elements and image elements that formed the Old Dutch Indische City area in Bandaneira, and also to evaluate the level of performance and importance of the area which based on the perceptions of visitors. Methods that used in this study are descriptive and evaluative method, and potential level of old/historic buildings based on the scoring of cultural sense. The study shows the characteristics of the Old Dutch Indische City area in Bandaneira was dominated by green open space, colonial’s building architecture, pedestrian activity, and the area’s image that formed by the elements of the old/historical buildings and natural environment such as vegetation, beach/sea, and mountains. Based on the perceptions of visitors, obtained that the area has a middle level of performance and a high level of importance. For the potential level of old/historic buildings acquired 15 buildings of high potential, 17 buildings of medium potential and 11 buildings of low potential.
Keywords: historical area, Dutch Indische, Bandaneira
ORNAMEN BANGUNAN RUMAH TINGGAL
Bernadetta Oktaviani Rahayuningtyas, Antariksa, Ema Yunita Titisari
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jalan
Email: bernadetta.oktaviani@hotmail.com
ABSTRAK
Kampung Laweyan merupakan salah satu kawasan sentra batik yang menjadi salah satu ikon budaya Kota Surakarta dan merupakan kampung batik tertua di
Kata kunci: ornament dekoratif, makna budaya, Kampung Laweyan.
ABSTRACT
Kampung Laweyan is one of the batik’s centre regions which currently become one of cultural icon in
Keywords: decorative ornaments, cultural meaning, Kampung Laweyan
KAMPUNG BONTANG KUALA KOTA BONTANG
Puput Wahyu Budiman, Antariksa, Fadly Usman
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145, Indonesia, Telp./fax. 62-341-7051558
E-mail: poet_chundank@yahoo.com
ABSTRAK
Permukiman Bontang Kuala merupakan cikal bakal berdirinya Kota Bontang. Perkembangan zaman yang semakin maju mengakibatkan permukiman masyarakat Bontang Kuala mulai berkurang. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi karakteristik pola permukiman masyarakat Kampung Bontang Kuala. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif. Hasil studi menunjukkan bahwa permukiman makro terbentuk akibat adanya pengaruh sosial budaya, fisik bangunan, guna lahan dan ruang–ruang budaya secara makro. Kegiatan sosial budaya dan religi masyarakat yang bersifat rutin dan menggunakan ruang yang bersifat tetap dapat membentuk suatu pola ruang dalam permukiman secara temporer yang di antaranya adalah ruang rumah, jalan, sungai atau laut, dan anjungan (open space). Dalam skala mikro, pola permukiman dipengaruhi oleh orientasi kosmologis bangunan yang menghadap arah matahari terbit (timur), jalan dan laut; struktur bangunan yang diidentifikasi melalui tipe atap dan pola ruang dalam dalam rumah; serta tata letak bangunan yang berkaitan dengan sistem kekerabatan. Topografi wilayah yang landai terdapat di sepanjang aliran muara sungai pengelompokan permukiman di wilayah ini. Kecenderungan perkembangan permukiman dari tahun ke tahun adalah linear mengikuti pertambahan jaringan jalan dan mendekati anjungan (open space).
Kata Kunci: Kampung Bontang Kuala, pelestarian, pola permukiman
ABSTRACT
Bontang Kuala settlements is the origin of Bontang City. The settlement of Bontang Kuala community has decreased nowadays. The objective of this study is to identify settlement pattern characteristics of Bontang Kuala community in Bontang Kuala Village. The method used is descriptive explorative. The result shows that macro settlement pattern is formed by socio cultural, building physically, land use and cultural spaces in a macro manner. Socio cultural and religion activity could form space pattern temporarily in the settlement, such as house, wooden road, river or sea and anjungan as open space. In micro scale, the settlements pattern was affected by cosmological orientation of building which face the sunrise (east) and the sea; the building structure indentified through roof type and space pattern inside building; also the layout of building related kinship system. Slope landscape is along south to north made the settlement located along the mouth of river. The settlement grows linearly along the road and more close with the anjungan as the open space
Key words: Bontang Kuala village, preservation, settlement pattern
arsitektur e-Journal, Volume 3 Nomor 1, Maret 2010 hal. 40-53
POLA TATA RUANG DALAM RUMAH TINGGAL
MASA KOLONIAL DI KIDUL DALEM MALANG
Lathiyfah Shanti Purnamasari, Antariksa, Noviani Suryasari
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jl. Mayjen Haryono 167,
Email: lathiyfah_shanti@yahoo.com
ABSTRAK
Rumah tinggal kolonial sudah menjadi bagian dari sejarah arsitektur Indonesia. Keberadaannya selama beberapa dekade telah membawa warna tersendiri bagi arsitektur Indonesia. Fokus pembahasan dibatasi pada kajian pola tata ruang dalam pada rumah tinggal kolonial di Kidul Dalem Malang. Hal ini dimaksudkan untuk menggambarkan pola tata ruang dalam pada rumah tinggal kolonial yang terdapat pada permukiman masa pemerintah kolonial. Tujuan studi ini untuk mengetahui gambaran mengenai pola tata ruang dalam rumah tinggal kolonial, perubahan serta faktor penyebabnya. Metode yang digunakan, adalah metode deskriptif melalui survey lapangan dengan menetapkan variabel-variabel studi untuk menganalisis kasus rumah tinggal kolonial, dan kemudian ditabulasikan untuk didapatkan pola tata ruang dalam rumah tinggal kolonial. Hasil studi menunjukkan pola tata ruang dalam rumah tinggal kolonial di Kidul Dalem memiliki zona publik di bagian depan rumah yang simetris hingga zona semipublik yang berupa selasar/koridor yang sekaligus berfungsi sebagai sumbu ruang. Fungsi rumah tinggal pada masa kolonial ini merupakan murni rumah tinggal. Saat ini, rumah tinggal kolonial di Kidul Dalem telah mengalami perubahan tata ruang dalam disebabkan kebutuhan dasar manusia, kebutuhan identitas diri, perubahan
Kata kunci: pola tata ruang, rumah tinggal kolonial
ABSTRACT
Colonial house has already become a part of Indonesian architecture history. Its existence for several decades has brought its own color for the architecture in
Key words: spatial pattern, colonial architecture house
arsitektur e-Journal, Volume 3 Nomor 1, Maret 2010 hal. 54-62
PELESTARIAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN
Anggun Dwi Anugerah, Antariksa, Tunjung W. Suharso
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145 – Telp. (0341) 567886
Email: plano.anggun86@gmail.com
ABSTRAK
Citra Kawasan Sunda Kelapa bagi masyarakat
Kata kunci: pelestarian kawasan, sunda kelapa, analisis hirarki proses.
ABSTRACT
The image of Sunda Kelapa district for
Key words: district preservation, Sunda Kelapa, hierarchy process analysis
Copyright © 2010 by Antariksa
0 komentar:
Poskan Komentar